Saturday, April 4, 2015

JOKOWI KUNJUNGI PONPES DI SOLO,JAWA TENGAH



Jakarta - Jokowi menghabiskan long weekend di kampung halamannya, Solo. Hari ini mantan wali kota Solo itu mengunjungi dua pesantren di Solo.

Tidak ada agenda penting dari kunjungan itu. Tuan rumah hanya menyebut pertemuan itu sebagai kangen-kangenan kenalan lama.

Jokowi, Sabtu (4/4/2015‎,) siang berkunjung ke Pesantren Al-Qur'aniyy Azzayadiyy di Kabangan, Solo. Kedatangan Jokowi langsung disambut pengasuh pesantren, KH Abdul Karim Ahmad Al-Hafidz, beserta seluruh santri dan keluarga besar pesantren.

Setelah sekitar 30 menit melakukan pertemuan di dalam ruang tengah pesantren, Jokowi beserta para pengawal meninggalkan Al-Qur'aniyy. Selanjutnya Jokowi menuju ke Pesantren Al-Muayyad di Mangkuyudan, Solo, yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari tempat kunjungan pertama. Pesantren ini diasuh oleh KH Abdul Rozaq Shofawi, sahabat karib Gus Dur.

"Tidak ada pembicaraan penting, hanya silaturahmi saja. Kenalan lama yang sudah lama tidak bertemu, karena padatnya kesibukan‎ beliau. Sejak beliau dilantik sebagai presiden ya baru sempat kali ini. Jadi ya istilahnya kangen-kangenan saja. Beliau bilang kangen dengan candaan saya," ujar Abdul Karim.



Jokowi di Ponpes A

diacara car freeday kok ngembat HP , haaa



Jakarta - Ada saja yang memanfaatkan keramaian untuk berbuat ‎jahil. Seorang remaja bernama Sulaiman (16), tertangkap polisi mencuri HP saat berlangsung Car Free Day di sekitaran Bundaran HI, Jakarta.

Tertangkapnya Sulaiman, diketahui berdasarkan beberapa laporan kehilangan‎ ke pos polisi di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (5/4/2015). Salah seorang korban, mengenali wajah pelaku yang langsung ditunjukkan kepada polisi saat melintas.

‎Polisi lalu meringkus pelaku yang diketahui bernama Sulaiman (16). Remaja berwajah polos dengan rambut nyaris botak itu disebut korban bersekongkol dengan rekannya mencuri HP. Saat digelandang ke pos polisi, Sulaiman mengakui perbuatannya.

"Saya dioper," ucap Sulaiman.

HP yang diambilnya berasal dari pelaku pertama yang kabur. Saat digeledah, polisi mendapati HP bermerk Advance milik korban lain bernama Febriaty yang juga melaporkan kehilangan ke pos polisi Bundaran HI.

"Baru dua minggu belajar," ucap Sulaiman kepada wartawan.

Menurutnya, HP akan langsung dijual tergantung ‎pada kondisi dan jenis HP. Untuk advance putih yang baru dicurinya itu bisa dihargai Rp 250 ribu.

"‎Biasanya bertiga, tadi berdua," ucap remaja berkaos putih asal Senen itu.‎

Untuk pengembangan, Sulaiman diamankan polisi dan tangannya diborgol. Polisi masih mencari rekan pelaku yang kerap beroperasi di Car Free Day itu.

DUKUNGAN TERHADAP AHOK SEMAKIN KUAT




Jakarta - Aksi dukungan bagi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang kerap digelar di car free day atau hari bebas kendaraan, hari ini tetap berlanjut. ‎Kali ini mereka meminta dukungan agar DPRD DKI membubarkan tim angket.

Aksi itu digelar oleh Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP), di sisi barat Bundaran HI, Jakarta, Minggu (5/4/2015).‎ Mereka membentangkan spanduk ukuran 2x4 m dengan tulisan 'Dukung Ahok Melawan Begal APBD'.

"Pemimpin Jakarta saat ini sedang diobok-obok, apakah kita tinggal diam? Kami harapkan dukungan kawan-kawan baik orasi maupun mendukung membubuhkan tandatangan," ucap salah seorang relawan saat berorasi di antara lalu lalang warga yang berolahraga.

Beberapa spanduk dibentangkan di jalan untuk warga yang ingin membubuhkan tandatangan. Spanduk itu ada beberapa lapis, yang jika penuh tandatangan akan diganti spanduk berikutnya.

Meski bernuansa politis, namun warga tampak tetap antusias memberikan dukungan. Secara bergantian mereka membutuhkan tandatangan dan nama, simbol dukungan bagi Ahok.

"DPRD DKI hendaknya segera membubarkan panitia hak angket untuk menyelidiki pelanggaran Gubernur Ahok, karena kesimpulan panitia kepada pimpinan d‎ewan ternyata hanya argumentasi kosong yang 'jauh panggang dari api'," ucap ketua DPP Bara JP, Immanuel.

Menurutnya, argumentasi pelanggaran etika yang dituduhkan ke Ahok sama sekali tak rasional dan jauh dari fungsi panitia hak angket yang semula hanya mempersoalkan 'dana siluman' dalam APBD DKI.

‎Aksi tersebut berlangsung relatif tertib dan tak begitu mengganggu warga yang tengah berolahraga atau bersantai di car free day. Beberapa polisi tampak berjaga di sekitaran Bundaran HI, dan berulang kali mengimbau agar waspada pada kejahatan.



ISENG UPLOAD VIDEO DI YOUTUBE 40 JUTA PERBULAN



Banyak warga Jawa Tengah mendadak menjadi jutawan berkat internet. Mereka tidak berpendidikan tinggi namun kreatif memanfaatkan mesin pencari Google, Youtube dan blog-blog gratis.
Awalnya Topan hanya iseng mengunggah video buatannya ke Youtube. Namun dari keisengan, pria asal Desa Jamus, Karanganyar tersebut kini memperoleh pendapatan Rp 40 juta per bulan.
Keseharian pria yang akrab dipanggil Topan ini sebagai penyedia jasa video shooting untuk acara musik atau pernikahan. Sekitar tahun 2009, Topan sudah mengunggah ratusan video yang kebanyakan video acara musik.
"Awalnya iseng upload video di Youtube. Senang aja kalau ada yang komen. Belum kepikiran pasang Google Adsense," kata Topan kepada Tribun Jateng, pekan lalu.
Suatu ketika, Topan mendapatkan email dari pihak Google yang berisi pemberitahuan bahwa video-video yang terunggah di Youtube bisa menghasilkan uang berupa pemasangan iklan Google Adsense. Namun karena masih awam, Topan tidak terlalu merespons.
"Saya masih awam soal Adsense. Saya malah bingung dapat email itu. Saya pikir bohongan, masa cari uang gampang sekali," ujarnya.
Topan masih mengabaikan email tersebut. Sekitar tahun 2011, setelah mendapatkan informasi bisa menghasilkan uang dari Youtube, Topan lantas mendaftar. Prosesnya cukup mudah. Setelah memiliki akun di Youtube, Topan kemudian mendaftar di Google Adsense sesuai dengan panduan.
"Setelah diterima dan mengaitkan link iklannya, dua bulan kemudian saya dapat 119 dolar Amerika. Saya dapat sekitar Rp 900 ribuan. Setelah itu baru saya genjot mengupload video. Sekarang bisa dapat Rp 40 juta. Kerjaan utama dapat uang, ini dari Youtube juga dapat uang," ujarnya sembari tersenyum. (tribun jateng cetak)

Klarifikasi Keluarga tentang Sakit Almarhum Olga Syahputra






Metrotvnews.com, Jakarta: Kabar simpang siur atas sakitnya Olga Syahputra, akhirnya dijawab oleh keluarga. Usai tahlilan hari ketujuh, keluarga bersama Mak Vera, manajer Olga, mengklarifikasi seluruh kabar yang telah beredar.

"Jadi begini, cerita awal mula Olga sakit sampai diterbangkan ke Singapura. Pada 24 April 2014, itu di rumah, Olga udah merasa panas tinggi. Sudah muntah-muntah. Pas jam 3:00 pagi, Bang Billy langsung bawa ke rumah sakit masuk ke UGD. Pas masuk UGD, kondisi Olga Alhamdulillah sudah bisa ngobrol sudah ketawa-tawa dibanding pas di rumah. Selang sehari-dua hari, Olga dimasukin ke ruangan RSPI (Rumah Sakit Pondok Indah) untuk perawatan dan akhirnya Olga dirawat. Dan berjalannya waktu hingga hampir seminggu, Olga mengalami penurunan kondisi," ujar Billy membuka konferensi pers atas kronologis sakitnya Olga, di rumah duka, di jalan Kresna Raya No.4 Kav DKI, Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2015), malam.

Salah satu hal yang menjadi pertanyaan penting ialah mengapa keluarga terkesan menutup-nutupi keadaan Olga dari sahabat dan teman-temannya.

"Kan kalian tahu sendiri, pas seminggu Olga di RSPI kan penyakit Olga dan kondisi Olga seperti apa. Kan sudah konpers (konferensi pers), ada Mak (Vera), ada saya dan pihak RSPI bahwa Olga terkena penyakit Meningitis atau radang selaput otak. Jadi pas di RS, kondisi Olga semakin menurun. Akhirnya kita berembuk, keluarga, saya pribadi, Mak Vera sebagai manajemen, dan teman-teman Olga. Kita bawa saja ke RS luar negeri. Siapa tahu kan lebih baik lebih bagus. Kita bukan bilang RS Indonesia enggak bagus. Tapi kita ikhtiar mudah-mudahan ada perubahan di luar negeri berobat. Akhirnya (kami) terbangin (Olga) ke Singapura. Tanggal 3 Mei 2014 Olga sampai di Singapura. Itu keadaan Olga benar-benar lagi turun, lagidown," papar Billy.

Sementara Mak Vera mengatakan, adalah keluarga Olga yang membuat peraturan ketat untuk tidak memperbolehkan sahabat maupun teman-teman masuk menemui Olga. Hal ini dimaksudkan agar Olga dapat beristirahat dan karena ia juga memerlukan perawatan khusus.

"Kita berembuk ya bang Billy ya, semua keluarga. Kita semua saling tukar pikiran. Waktu Olga ada di Jakarta, di RS pun kurang istirahat, teman-teman datang jenguk. Dengan keadaan seperti itu, kondisinya bisa semakin menurun. Orang kan masuk RS mau istirahat. Olga orangnya enggak bisa nolak kalau teman datang. Jadi saya bilang sama keluarga, gimana Bang Billy, gimana Bapak," jelas Mak Vera.

Billy pun mengungkapkan bahwa keputusan ini bukan kehendak salah satu pihak. Tapi ini kehendak bersama. Keluarga hanya menginginkan yang terbaik untuk kesembuhan Olga.

"Kita punya rencana waktu Olga sakit, biar keluarga yang ngurus. Nanti kan, sembuh pun kita share kepada teman-teman. Bukan berarti kita nutup-nutupin kondisi Olga seperti apa, enggak. Ini sudah kesepakatan keluarga saya bahwa siapa pun yang mau jenguk Olga, nanti saja dulu. Takutnya kan dampaknya kita tidak tahu. Maksudnya, kalau temannya pas ketika lagi sakit, Olga kondisi lagi down, kita kan nggak mau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Jadi bukan berarti kita mau nutup-nutupin. Ini bukan salah Mak (Vera), bukan salah saya. Ini sudah jalan Tuhan," tutup Billy.
AWP

persaingan DA 2 Indosiar Semakin ketat



Finalis 15 besar d academy 2 indosiar 2015.

Setelah melewati babak penyisihan 20 besar d academy 2 indosiar para finalis akan disaring lagi menjadi 15 besar d academy 2 indosiar 2015.Persaingan yang sangat ketat selalu terjadi di setiap sesi penilaian baik persaingan secara penampilan maupun persaingan dari hasil poling sms dari pemirsa 15 besar d academy 2 indosiar. Disetiap malam penjurian babak 20 besar d academy akan ada satu peserta yang harus gugur atau tersenggol dan tidak bisa melanjutkan ke babak 15 besar d academy 2 indosiar 2015.Kemeriahan selalu terjadi di setiap malam penjurian dari animo penonton yang sangat banyak juga di ramaikan dengan banyaknya suvenir-suvenir yang di bawa oleh para pendukung masing-masing finalis dari makanan khas daerah peserta sampai ke batu akik yang sekarang lagi trend di nusantara.
Berikut adalah update data lengkap peserta yang telah masuk ke 15 besar d academy 2 indosiar 2015 sampai malam ini :

1. Danang Banyuwangi

2. Rita Banjarmasin

3. Evi Masamba
4. Reza Bandung
5. Intan Jember
6. Rizki & Ridho
7.Irwan Sumenep
8.Ega Kuningan
9. Ika Jakarta
10. Ayu Cirebon
11.Albi Batubara
12. Titik Blitar
13.Endah Banjarmasin
14.Tria Palembang
15. Ady Bima
Demikianlah data semua peserta 15 besar d'academy 2 hasil penjurian peserta yang telah berhasil memasuki 15 besar d academy 2 indosiar 2015 sesuai dengan update data terakhir, acara penyeleksian 20 besar d academy 2 indosiar hingga sekarang masih akan terus berlangsung sampai semua grup peserta yang ada di 20 besar d academy 2 mempersembahkan penampilan terbaiknya di depan para juri untuk bisa masuk menjadi finalis 15 besar d academy 2 indosiar 2015.Demikianlah update terakhir yang bisa saya informasikan semoga bermanfaat. Salam dangdut.

masgik chanel youtube



https://www.youtube.com/channel/UCs6Df0REzrGIr4l056OBxgg/videos

ikuti update video2x terbaru dan jangan lupa untuk subcribe dan jangan lupa untuk klik setiap hamparan iklan yang ada dala konten2x youtube yang dipost  di sini https://www.youtube.com/channel/UCs6Df0REzrGIr4l056OBxgg/videos

capursari , dangdut , koplo
berita menarik dan seputar kejadian2x unik dapat anda nikmati dalam setiap tayangan2x video di sini


https://www.youtube.com/channel/UCs6Df0REzrGIr4l056OBxgg/videos

Banyak yang kecewa Ketika Ayu Cirebon Kesenggol



Untuk fans"y AYU cirebon
mungkin kalian pada kecewa tdi malam pas melihat idola kalian
AYU cirebon TERSENGGOL di 15 besar D'Academy 2
pasti kalian semuanya pada kecewa,
mengapa yg BERKUALITAS suara nya TERSENGGOL
tpi yg BERKUALITAS penampilan and tampang seperti 2R RISKIRIDO
udah tersenggol malah d.selametin lg sma dewan juri
D'Academy 2 mencari anak" muda yg punya suara BERKUALITAS

NB:
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.....
saya ucapkan terima kasih yang seebsar2 nya kepada dewan juri yang telah menyenggol ayu.......
saya snang skaligus bangga pada SRI AYU KURNIA yang telah berjuang dngan cara yang jantan dan kepala tegak....... langkah terbaik untuk karir di masa mendatang tanpa belas kasihan dari penyelenggara indosiar...... tanpa memasang wajah memelas...... indonesia sudah tau dan mengenal kualitas suara ayu.... mnjadikan ayu mudah mndapatkan tmpat di hati masyrakat...... 
ayu sendri tidak mnyakiti persaan orang lain atau menipu rakyat... akan mnjadi bijak jika kita mndoakan karir nya di masa mendatang......
sebagai fans sudah barang tentu kita mendukung tanpa mengharapkan apa apa..... 
mari kita bertepuk tangan atas apa yang telah ayu lakukan.... niscaya itu akan smakin mempertegar langkah nya..... 
demikian besar nya cinta fans ayu kpada dirinya..... riuh memadati studio.. jangan salahkan walaupun tidak memberi sms kpada ayu.... dukungan moral sangat di perlukan..... ada faktor yang mempengaruhi knapa kbanyakan tidak sms...... itu hanya mereka sndiri yang tau.....


NB: 

lebih baik pulang dengan cara terhormat dari pada dengan meminta belas kasihan dari juri..
seharusnya yang berkualitas harus dipertahankann!

https://www.youtube.com/watch?v=q5VncWT9ZdU  

Info KDI 2015





JAKARTA - Tak terasa ajang Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2015 sudah berlangsung selama lebih dari tiga pekan. Kontes menyanyi dangdut itu pun semakin dekat ke babak selanjutnya yaitu babak Gerbang.

Hingga hari ini, Kamis (2/4/2015), sudah ada 34 peserta yang dinyatakan lolos melewati babak Konser Seleksi. Mereka berasal dari berbagai daerah berbeda dan memiliki latar belakang yang beragam pula.

Ke-34 peserta tersebut adalah Aidil (Pinrang), Kaka (Purwakarta), Azizah (Maumere), Nurma (Bojonegoro), Wulan (Tasikmalaya), Rizi (Padang), Putra (Medan), Ana (Bangkalan), Eman (Lombok), Noval, (Tulungagung), Melda (Malang), Wening (Kebumen), Ratu (Makassar), Dani (Bone), Ayudia (Sorolangun), Novi (Bangkalan), Nur (Tuban), Ulfa (Kendal), Ferra (Sumedang), Novita (Tapin), Nafi (Surabaya), Rury (Makassar), Khairat (Padang), Imam (Takalar), Fani (Kendal), Dian (Makassar), Ima (Demak), Nanda (Bekasi), Fauzi (Bima), Sham (Garut), Silvi (Cianjur), Baref (Trenggalek), Anna (Bekasi), dan Roza (Padang).

Para kontestan yang berhasil melewati tahapan Konser Seleksi memiliki talenta yang luar biasa. Bukan hanya kualitas vokal dangdut tapi mereka juga mampu menunjukkan kemampuannya lainnya seperti menyanyi dan menari tradisional. Bahkan, ada pula yang punya bakat melawak di atas panggung.

Nantinya akan ada 49 peserta yang berlaga di babak Gerbang, 7 di antaranya adalah peserta DMD Show yang meraih golden ticket setelah melewati serangkaian tahapan seleksi untuk bisa tampil di babak Gerbang KDI pekan depan. Artinya masih ada 8 tiket lagi yang diperebutkan para kontestan di babak Konser Seleksi.

Para host dan juri pun terlihat memiliki kedekatan satu sama lain. Semangat kekeluargaan yang tinggi di antara para pendukung acara juga sangat nampak. Beberapa kali anggota keluarga artis para pendukung acara KDI 2015 turut diajak naik ke atas panggung. Misalnya, ayah Ayu Ting Ting dan anak-anak Ussy Sulistiawati yang ternyata sudah menunjukkan bakat menyanyi sejak usia dini. Lalu, ada pula putri Denada yang sudah pandai menari meski usianya baru menginjak 2 tahun.

Kisah cinta pun turut memberi warna tersendiri di panggung KDI 2015. Seperti Julia Perez alias Jupe yang kesengsem dengan sosok satpam ganteng MNCTV, Muklis. Atau perjuangan Juan Rahman untuk mendapatkan cinta Bianca Liza. Kedua kisah ini menjadi bumbu yang membuat suasana panggung KDI 2015 semakin menghibur dan selalu dinantikan Pemirsa.

Sementara, KDI 2015 juga membuktikan diri bukan sekadar kontes menyanyi dan program hiburan. Sebagai ajang tempat mewujudkan impian calon bintang dangdut, KDI 2015 juga menunjukkan semangat kepedulian sosial yang tinggi.

Salah satunya ketika ada salah satu peserta yang bernama Shema, asal Surabaya. Peserta ini memiliki anak yang terlahir dengan bibir sumbing dan MNCTV langsung memberikan bantuan. Anak Shema memerlukan 5 kali operasi agar bisa sembuh, tetapi Shema hanya mampu membiayai operasi sebanyak satu kali karena kesulitan dana.

Penghasilan Shema yang sehari-harinya bekerja sebagai penyanyi dari panggung ke panggung tidak cukup untuk biaya operasi selanjutnya. Dia pun menunda pengobatan selanjutnya anaknya tersebut. Karena itu Shema mengikuti KDI 2015 dan berharap rezekinya mengalir sehingga dapat membiayai pengobatan anaknya tersebut.

Sayang, dewi fortuna belum berpihak kepada Shema. Perjalanannya di KDI 2015 pun harus berakhir di Konser Seleksi. Tapi, MNCTV pun tergerak dengan cerita Shema mengenai anaknya dan langsung memberikan bantuan berupa uang tunai.

Ayah Mansyur yang menjadi juri pada malam itu pun langsung ikut memberi bantuan kepada Shema. Diharapkan bantuan tersebut bermanfaat bagi Shema dan keluarga khususnya untuk pengobatan sang anak. Shema pun berjanji  terus berusaha dan kembali ikut KDI di tahun depan hingga berhasil mencapai cita-citanya sebagai penyanyi profesional.




https://www.youtube.com/channel/UCDYTV5VU6XOSosqzx9gNABQ

Menteri Susi Mengutuk Perbudakan




Jakarta -Kasus perbudakan yang dilakukan kapal-kapal Thailand oleh PT Pusaka Benjina Resources (PBR) di Benjina, Kepulauan Aru, Maluku membuat kesal Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kasus ini bisa membuat produk perikanan Indonesia diboikot negara lain seperti Amerika Serikat (AS).

Susi meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Ignatius Jonan bisa menutup operasional Pelabuhan Benjina. Alasannya, pelabuhan ini berada di tempat yang terisolasi dan terpencil serta sulit diakses. Meski demikian, Susi menambahkan, penutupan operasional Pelabuhan Benjina harus punya dasar yang kuat.

"Saya minta pelabuhan itu ditutup. Pak Jonan bisa menutup tetapi saya perlu ada bukti," kata Susi saat ditemui di Gedung Komisi IV DPR Senayan, Jakarta, Rabu (1/04/2015).

Susi mengatakan saat ini Tim Satgas Anti Mafia Illegal Fishing dan Ditjen Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP masih mendalami dan memverifikasi kasus ini. 

Ia juga menegaskan bila PBR bersalah, pemerintah akan memberikan hukuman tegas kepada operasional kapal milik PBR berupa pencabutan izin SIKPI (Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan) dan SIPI (Surat Izin Penangkapan Ikan).

"Satgas, PSDKP tim kita kan itu. Bawa kita akan hukum dan tindak yang melakukan ini," katanya.

Sementara itu Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP Saut P Hutagalung belum bisa memastikan apakah ikan yang diangkut PBR dan diekspor ke Thailand adalah legal. Saut hanya mengetahui bila PBR memiliki cold storage yang cukup besar menampung tangkapan ikan dari 92 kapal yang dimiliki PBR serta anak usahanya.

"Apakah dicatat? Kita tidak pernah tahu, dia punya cold storage dan disimpan sama dia. Menunggu cukup dan diekspor ke Thailand dan diekspor ke mana-mana," jelas Saut.
(wij/ang) 

Inspirasi Soimah




Gayanya luwes, suaranya cemengkling. Tapi suara yang terdengar empuk itu tiba-tiba berubah menjadi berat layaknya seorang rocker. Begitulah, salah satu aksi Soimah Pancawati, 29 tahun, sebagai sinden di acara televisi “Segeerr Benerrrr”. Perempuan kenes itu memang sudah menyinden sejak di kelas I sekolah menengah karawitan di Bantul, Yogyakarta.

Namun Soimah menolak disebut sinden sejati. Sepak terjangnya belum mumpuni disebut begitu. Apalagi sudah hampir setahun ini dia terjun ke dunia hiburan di Jakarta. Jadilah Soimah “sinden” acara komedi di salah satu stasiun televisi swasta itu. Selain ikut dalam alur cerita, Soimah melantunkan lagu-lagu yang liriknya diubah sesuai dengan skenario cerita.

Soimah ditawari mengisi program itu lantaran kemampuan menyindennya. Tapi dia memang berniat berkarier di dunia seni hiburan. Kemampuannya sebagai sinden kini tidak terlampau ditekuninya lagi, karena ia ingin bernyanyi seperti sekarang.

“Kalau nyinden terus, sulit menyanyi dengan gaya kontemporer,” katanya kepada Tempo di sela-sela shooting, Kamis lalu di kawasan Cawang, Jakarta.

Soimah tak ingin jadi kacang yang lupa akan kulitnya. Baginya, sinden adalah modalnya berkarier. Maka, ketika berada di Yogyakarta (dia kerap bolak-balik Yogyakarta-Jakarta), Soimah kerap berkumpul dengan rekan-rekan komunitas seni yang membesarkannya.

Dunia seni budaya tradisional memang telah akrab dengannya sejak kecil. Rumah orang tuanya di Banyutowo, Pati, Jawa Tengah, kerap dijadikan “markas” ketoprak tobong yang berpentas di dekat rumahnya. Ibu Soimah, yang berjualan makanan, menjadi langganan para pemain ketoprak.

“Mereka kerap ngutang sama ibu,” katanya. Kehadiran pergelaran itu membawa rezeki bagi Soimah kecil. Setiap pagi dia mencari uang penonton yang jatuh. “Lumayan, dapat Rp 300-500,” kata dia.

Soimah juga memiliki bakat menari dan menyanyi. Setiap kali ada perayaan kemerdekaan Indonesia, Soimah kerap manggung. Dia luwes membawakan lagu-lagu dangdut.

Bakat seni Soimah mendapat perhatian dari bibinya, Ngatini, yang mengasuh Padepokan Tari Bagong Kussudiarjo, Yogyakarta. Lulus SMP, Soimah diboyong ke Kota Gudeg itu. Ngatini memasukkannya ke sekolah menengah karawitan. Sayang, jurusan tari telah penuh. Soimah mengambil jurusan karawitan, tapi ia tak kecewa karena dapat berlatih tari di padepokan Bagong.

Jurusan itu mengakrabkan Soimah dengan dunia pewayangan. Selain sinden, dia mahir bermain kendang. Wajahnya yang cantik menarik perhatian kakak kelasnya yang seringmanggung. Soimah pun diajak berpentas.

Kerap manggung di luar kota membuat kelompok Soimah butuh mobil sewaan. Rupanya, ada adik kelasnya di jurusan tari bernama Herwan Prandoko yang memiliki bus. Selain Soimah mendapat harga khusus, Herwan bisa diminta jadi sopir. Sering bertemu, Herwan dan Soimah berpacaran. Akhirnya mereka menikah, delapan tahun yang lalu.

Soimah masih kurang puas dengan rutinitasnya. Dia memutuskan belajar seni di luar wayang. Dia bergabung dengan kelompok musik Acapella Mataraman, Kua Etnika, serta Keroncong Sinten Remen milik Djaduk Ferianto dan Romo Sindhunata. Foto Soimah bahkan jadi gambar sampul novel Putri Cina karya Romo.

Empat tahun yang lalu Soimah mengasah bakat aktingnya di Ketoprak Conthong Yogyakarta asuhan pelawak gaek Marwoto, yang juga bermain di ketoprak tobong ketika Soimah masih kecil. Ibu dua anak ini juga jadi pembawa acara “Klinong-Klinong Campur Sari” di salah satu stasiun televisi lokal.

Pengalaman menyinden seni tradisional mengasah kemampuan Soimah berkarier secara profesional. Dia tidak memilih-milih peran. “Saya sering dinilai bisa apa saja,” ujarnya. Soimah pun tak menolak jika ada tawaran main film. Dia ingin membuktikan bahwa sinden bukan hanya bisa duduk ndeprok (duduk melipat kaki, dengan pantat menindih telapak kaki) dan mengiringi dalang dalam pergelaran wayang. “Sinden itu tidak cuma ndeprok,” katanya.

l AKBAR TRI KURNIAWAN

Biodata

Nama: Soimah Pancawati
Lahir: Pati, 29 September 1980
Suami: Herwan Prandoko (dengan dua anak)
Pendidikan: Sekolah Menengah Karawitan Indonesia, Bantul, Yogyakarta.
Institut Seni Indonesia, Yogyakarta (sampai semester VI)
Hobi: menari, menyanyi, teater
Penghargaan: juara I Bintang Televisi
Juara I Bintang Karaoke se-DIY-Jateng
Juara I Bintang Sinetron
Parade Tari Daerah se-Nusantara, wakil Yogyakarta “Megung Klawe”
Parade Tari Daerah se-Nusantara, wakil Yogyakarta “Sipitan”

Friday, April 3, 2015

DETIK-DETIK MPOK NORI MENINGGAL DUNIA





TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - "Nih nadinya dalem amat ya," ujar Engkar Karnila anak bungsu Komedian Senior Nuri Sarinuri alias Mpok Nori, di depan Masjid Al-Ikhlas, Bambu Apus, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2015).
Tutur kata yang dirinya tirukan dari seorang suster yang merawat sang ibu sewaktu di Rumah Sakit. Kepada wartawan, Engkar menceritakan kondisi ibunya saat itu. Bahwa, suster yang berjaga sontak kaget karena denyut nadi Mpok Nori semakin melemah kendati alat medis sudah mulai dilepas.
Mendengar ucapan tersebut, Engkar mengaku kaget dan meresponnya untuk meminta kepada suster segera memasang alat medis kembali.
Namun, pihak rumah sakit tidak dapat menjamin apakah dapat meningkatkan denyut nadi Mpok Nori. Hingga akhirnya, pelawak asli Betawi itu pun menutup mata terakhirnya sekitar pukul 08.10 WIB
"Mungkin, dia enggak mau kali ngerepotin kita lagi. Semoga diberikan tempat terbaik di sisiNya," kata Engkar.

MPOK NORI MENINGGAL DUNIA






JAKARTA, KOMPAS.com — Kabar duka kembali menyelimuti industri hiburan Indonesia. Setelah kepergian pembawa acara dan artis peran OLGA SYAHPUTRA  (32) pada 27 Maret 2015, kini seniman Betawi bernama asli Nuri Sarinuri atau biasa dikenal Mpok Nori (84) tutup usia di Rumah Sakit Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2015).

Awal kabar meninggalnya Mpok Nori tersebut tersebar melalui pesan berantai ataubroadcast message yang diterima wartawan pada pagi ini. "Innalilahiwainna ilahirojiun. Telah meninggal dunia mak Mpok Nori pada pagi hari ini pukul 08.10 WIB. Beliau menghembuskan nafas terakhir di rumah sakit Pasar Rebo Jakarta Timur," tulis pesan tersebut.

Setelah beredarnya kabar duka itu, Kompas.com langsung mengonfirmasi kebenaran berita yang tersebar kepada pihak keluarga Mpok Nori. Perwakilan keluarga pun membenarkan berita meninggalnya Mpok Nori. "Iya betul, meninggal pagi ini. Karena penyakit asma, sesak napas," ujar cucu Mpok Nori, Hermawan, saat dihubungiKompas.com, Jumat pagi.

Menurut Hermawan, jenazah langsung dibawa ke rumah duka, kediaman Mpok Nori, Jalan Daman 1 RT08/RW02, Kelurahan Bambu Apus, kecamatan Cipayung, Jakarta Timur untuk disemayamkan dan akan dimakamkan hari ini juga di Tempat Pemakaman Umum Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Tiba di Solo, Jokowi Sapa Warga dengan bagi Amplop




Tiba di Solo, Jokowi Sapa Warga dengan Amplop

Siti Sarifah Alia,  Fajar Sodiq (Solo)Jum'at, 3 April 2015, 16:28 WIB
VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo mengisi libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan libur nasional Wafat Isa Almasih dengan mudik ke kampung halamannya di Solo, Jumat, 3 April 2015. Setibanya di Kota Bengawan, mantan Wali Kota Solo itu pun bagi-bagi amplop yang berisi uang kepada warga Solo.

Setibanya di Solo, Presiden yang akrab disapa Jokowi itu langsung menuju Masjid Al Wustho, Mangkunegaran, Solo, untuk menunaikan ibadah Salat Jumat. Kedatangan orang nomor satu itu pun mengagetkan para jamaah yang salat di masjid tersebut.

Setelah Salat Jumat, Jokowi dan rombongan langsung menuju restoran Ikan Goreng Cianjur yang terletak di Jalan Slamet Riyadi Solo untuk santap siang. Selain Jokowi dan Iriana, kedua buah hatinya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep turut hadir dalam makan siang tersebut.

Kedatangan Presiden dan rombongan restoran tersebut mengundang perhatian warga masyarakat. Kemudian mereka pun menunggu di depan gerbang pintu masuk restoran tersebut untuk bisa melihat dari dekat Presiden RI ke-7 yang merupakan warga asli Solo.

Setelah ditunggu selama satu jam, selanjutnya sekitar pukul 14.00 WIB, Presiden yang didampingi Iriana Jokowi langsung keluar dari restoran tersebut. Ibu Negara langsung masuk ke dalam mobil, sedangkan Jokowi memilih untuk terlebih dahulu menghampiri puluhan warga yang telah menunggunya sejak lama di depan pintu gerbang.

Dengan dikawal ketat Paspamres, Jokowi yang mengenakan kemeja putih itu pun langsung menyalami satu persatu warga Solo yang telah berdiri di depan pintu gerbang. Selain menyalami, mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun membagi-bagikan uang yang dimasukkan ke dalam amplop kepada warga. Tak ayal, warga pun berebut untuk bisa mendapatkan amplop berisi uang tersebut.

Tak hanya Jokowi, kedua anaknya, Kahiyang Ayu dan Kaesang Pangarep juga ikut membagi-bagikan amplop kepada warga. Mereka berdua terlihat sibuk mengambil amplop dari goody bag untuk dibagikan kepada warga masyarakat.

Salah satu warga, Purwanti mengaku senang bisa mendapatkan amplop berisi uang yang dibagikan oleh putri Jokowi. Ia pun menyebutkan jika amplop tersebut berisi uang lembaran Rp100 ribu.

"Alhamdulillah saya mendapatkan amplop dari Mbaknya (Kahiyang). Saya kebetulan jualan di depan sini dan ingin melihat Pak Presiden. Kok malah diberi amplop," ucap dia polos.

Setelah selesai membagikan amplop kepada warga, iring-iringan mobil rombongan Presiden langsung meninggalkan lokasi santap siang.